LSP Polipangkep Resmi Buka Program Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Vokasi Tahun 2026

Ragam1 views

POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP — Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene dan Kepulauan (Polipangkep) kembali menyelenggarakan Program Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi (SERTIKOM) Tahun 2026, di Gedung new LT pada senin, 13 Juli 2026.

Program ini merupakan bagian dari Bantuan Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi yang didukung oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Polipangkep, Prof. Dr. Mauli Kasmi, S.Pi., M.Si. Turut hadir jajaran pimpinan, Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, asesor kompetensi, koordinator Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta mahasiswa peserta sertifikasi.

Dalam laporannya, Ketua Panitia, Dr. Yunarti, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa program tahun ini diikuti oleh 90 mahasiswa yang terbagi ke dalam dua kelompok, yakni Skema Sciences dan Skema Technology, masing-masing berjumlah 45 peserta. Mereka akan mengikuti asesmen pada delapan skema sertifikasi yang mencakup bidang administrasi bisnis, logistik, teknologi informasi, pertanian, keamanan pangan, peternakan, dan perikanan.

Proses asesmen dilaksanakan oleh asesor kompetensi LSP Polipangkep melalui observasi praktik, verifikasi portofolio, wawancara, serta penelaahan berbagai bukti kompetensi lainnya sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dalam sambutannya, Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi sekaligus Ketua LSP Polipangkep, Dr. Akmal Abdullah, S.E., M.Si., menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat mutu pendidikan vokasi sekaligus memberikan pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki mahasiswa.

Menurutnya, lulusan vokasi saat ini tidak hanya dituntut memiliki ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sebagai bukti kesiapan memasuki dunia kerja.

“Lulusan vokasi saat ini dituntut tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga bukti kompetensi yang diakui secara nasional. Sertifikat kompetensi menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan diri, profesionalisme, dan daya saing lulusan dalam memasuki dunia kerja maupun mengembangkan karier,” ujarnya.

Ia menambahkan, LSP Polipangkep terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan sertifikasi melalui pengembangan skema yang selaras dengan kebutuhan industri, peningkatan kapasitas asesor, penguatan Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta pelaksanaan asesmen yang objektif, independen, transparan, dan akuntabel sesuai standar BNSP.

Sementara itu, Direktur Polipangkep, Prof. Dr. Mauli Kasmi, S.Pi., M.Si., menekankan bahwa pendidikan vokasi harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan profesional dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang.

Ia menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi bukan sekadar memenuhi persyaratan akademik, melainkan bagian dari proses membentuk lulusan yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Polipangkep. Kompetensi akan membuka peluang, sedangkan integritas dan karakter akan menjaga kepercayaan sepanjang perjalanan profesional,” pesannya kepada seluruh peserta.

Pada kesempatan tersebut, Direktur juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA) atas dukungan yang diberikan sehingga Program Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Vokasi dapat kembali diselenggarakan di Polipangkep.

Sebagai simbol dimulainya kegiatan, dilakukan penyematan tanda peserta kepada perwakilan mahasiswa, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan pengarahan teknis pelaksanaan asesmen oleh LSP Polipangkep. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti uji kompetensi sesuai jadwal pada Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah ditetapkan.

Melalui penyelenggaraan Program SERTIKOM Tahun 2026, Polipangkep terus memperkuat implementasi pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Program ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, berintegritas, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.

News Feed