POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP- Dalam memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik di tingkat internasional, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) menggelar International Student Conference (ISC) 2026 on applied science, social sciences and humanities yang berlangsung secara daring, 6 Oktober 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Resilient Futures: Outcome-Based Education for Global Challenges and Sustainable Impact”, ISC menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta menyampaikan berbagai perspektif dan inovasi dalam menghadapi tantangan global dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
ISC menghadirkan 3 keynote speakers dari dalam dan luar negeri, yaitu Dr. Siti Noridah binti Ali dari Politeknik Nilai Negeri Sembilan Malaysia, Endah Kristiani, S.T., M.T., Ph.D dari Tunghai University Taiwan, serta Arsiansyah, S.Pi., M.Biotech.St., Ph.D dari Polipangkep.
Konferens ini mencakup berbagai bidang keilmuan, diantaranya Agromaritime Studies, Engineering and Technology for Sustainability, Business, Management, and Accounting for ESG and Green Economy, Social and Economic Sciences, Cultural Studies and Humanities, serta Community Service and Social Innovation.
Warnika Febri Astanty, S.E., M.Si selaku Ketua Panitia ISC menyampaikan apresiasi kepada para keynote speaker yang telah berkenan berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam konferensi tersebut. Apresiasi secara khusus disampaikan kepada para pembicara dari Politeknik Nilai Negeri Sembilan Malaysia, Tunghai University Taiwan, dan Polipangkep.
“Penghargaan dan apresiasi yang tulus juga kami sampaikan kepada seluruh dosen, presenter, moderator, panitia, serta semua pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Untuk seluruh mahasiswa presenter, nikmatilah kesempatan ini. Percayalah pada kemampuan diri, bagikan ide dan gagasan, serta belajarlah dari setiap diskusi. Ingatlah bahwa setiap presentasi bukan hanya tentang memaparkan penelitian, tetapi juga tentang bertukar pengetahuan dan membangun koneksi,” tuturnya,”ujarnya.
Direktur Polipangkep, Prof. Dr. Mauli Kasmi, S.Pi., M.Si turut hadir memberikan opening remarks dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan pendidikan bukan hanya tentang apa yang dipelajari mahasiswa, tetapi juga tentang apa yang dapat dilakukan dengan pengetahuan tentang penerapan, pemecahan masalah, komunikasi gagasan, dan menciptakan dampak yang bermakna.
“Saya berharap konferensi ini menjadi lebih dari sekadar wadah untuk mempresentasikan penelitian, manfaatkan kesempatan ini untuk berbagi gagasan, belajar dari berbagai sudut pandang, membangun jejaring baru, dan mengembangkan kerja sama internasional. Semoga konferensi ini menginspirasi kita untuk saling belajar dan memperkuat kerja sama internasional,”ungkapnya.
Mahasiswa dan peserta dari berbagai latar belakang turut berpartisipasi tanpa terbatas oleh jarak. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami isu-isu global serta mendorong lahirnya gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Polipangkep menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ekosistem pendidikan vokasi yang responsif terhadap perubahan global, berorientasi pada capaian pembelajaran, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

























