POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP – Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) menjadi tuan rumah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Implementasi Pasal 33 UUD 1945 Dalam Bingkai Asta Cita untuk Kesejahteraan Rakyat” yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), pada Senin, 20 Juli 2026 di Gedung New LT Polipangkep.
Kegiatan yang merupakan bagian dari agenda Penyerapan Aspirasi Masyarakat MPR RI Tahun 2026 ini menghadirkan Wakil Ketua DPD RI sekaligus Anggota MPR RI, H. Tamsil Linrung, sebagai pembicara utama. FGD diikuti oleh sivitas akademika Polipangkep, yang bersama-sama membahas implementasi Pasal 33 UUD 1945 sebagai landasan pembangunan nasional yang berkeadilan.
Dalam paparannya, H. Tamsil Linrung menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari kekuatan daerah. Menurutnya, percepatan pembangunan harus dimulai dengan mendengarkan aspirasi masyarakat di setiap wilayah serta memberikan ruang yang lebih besar bagi daerah untuk tumbuh sesuai potensi yang dimiliki.
“Pembangunan harus berangkat dari denyut kehidupan daerah, mendengarkan aspirasi daerah, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi daerah untuk bertumbuh sesuai keunggulan masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa daerah tidak boleh hanya menjadi lokasi eksploitasi sumber daya alam, melainkan harus berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pusat produksi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, dosen Polipangkep Dr. Zulfitriany Dwi Mustaka, M.P. turut menyampaikan materi bertajuk “Suara Rakyat Daerah Pesisir”. Dalam pemaparannya, ia mengangkat pentingnya pembangunan wilayah pesisir yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat.
“Mari kita bersama bukan sekadar membangun wilayah, namun membangun harapan. Bukan sekadar meningkatkan angka pertumbuhan, tetapi menjadikan pembangunan sebagai pilar untuk mendistribusikan keadilan bagi seluruh masyarakat pesisir, khususnya masyarakat di wilayah Pangkep,” ungkapnya.
Bagi Polipangkep, kehadiran forum ini menjadi kesempatan untuk membawa suara masyarakat pesisir ke ruang diskusi yang lebih luas. Harapannya, berbagai masukan yang lahir dari kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dokumentasi: https://drive.google.com/file/d/1jDbeJ5a4Ekl_jo9MCfS_u1scBYVr5LG_/view?usp=drive_link






















