POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP – Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) terus mendorong hilirisasi hasil penelitian melalui inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan diseminasi hasil penelitian terapan bertajuk Gastronomi Virtual Tour Pariwisata Kabupaten Maros yang digelar di Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros, 17 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari diseminasi hasil penelitian yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) sebagai bentuk implementasi riset terapan yang berorientasi pada pemecahan masalah dan pengembangan potensi daerah.
Diseminasi dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros, Yusriadi Arif, yang mewakili pemerintah daerah, serta A. Asrul dari Komunitas IT Maros dan Ketua Tim Peneliti Polipangkep, Andryanto.A, M.Kom., bersama tim peneliti.
Dalam pemaparannya, tim peneliti memperkenalkan Gastronomi Virtual Tour, sebuah platform digital yang mengintegrasikan informasi destinasi wisata dengan kekayaan kuliner khas Kabupaten Maros melalui teknologi virtual tour. Inovasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih interaktif, sehingga masyarakat maupun calon wisatawan dapat mengenal potensi wisata alam, budaya, dan gastronomi Maros secara virtual sebelum berkunjung langsung.
Selain menjadi media promosi digital, platform ini diharapkan mampu memperkuat citra dan branding pariwisata Kabupaten Maros dengan menempatkan kuliner lokal sebagai salah satu daya tarik utama. Pengembangan platform tersebut juga sejalan dengan transformasi digital sektor pariwisata yang semakin mengedepankan pemanfaatan teknologi dalam memperluas jangkauan promosi destinasi.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros, Yusriadi Arif, mengapresiasi inovasi yang dihasilkan oleh tim peneliti Polipangkep. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital melalui Gastronomi Virtual Tour berpotensi menjadi strategi efektif dalam memperkenalkan destinasi wisata sekaligus mengangkat kekayaan kuliner khas Kabupaten Maros kepada masyarakat yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Polipangkep, Andryanto. A, M.Kom., menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan implementasi riset terapan yang tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata.
“Melalui penelitian ini, kami berharap hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat diimplementasikan sebagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi pariwisata berbasis teknologi digital,” ujarnya.
Diskusi yang berlangsung selama kegiatan turut melibatkan Komunitas IT Maros. Berbagai masukan disampaikan terkait pengembangan fitur, aspek teknis implementasi, hingga peluang kolaborasi dalam memperkuat ekosistem digital pariwisata di Kabupaten Maros.
Melalui kegiatan diseminasi ini, Polipangkep kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan penelitian yang berdampak bagi pembangunan daerah. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas teknologi informasi diharapkan mampu melahirkan inovasi digital yang berkelanjutan serta meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Maros di tingkat regional maupun nasional.


























