POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP- Program Studi (Prodi) Agroindustri Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) melaksanakan Review Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dengan melibatkan unsur pemerintah dan dunia usaha, yang berlangsung di Unhas Hotel Makassar, 30 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri serta perkembangan riset terkini. Sejumlah narasumber dari berbagai sektor turut hadir untuk memberikan masukan konstruktif terhadap penyusunan kurikulum.
Dr. Andi Ridwan Makkulawu, S.T, M.Si., selaku Kepala Pusat Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (PPMPP) menyampaikan bahwa pentingnya implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan dan Kurikulum harus dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta standar nasional pendidikan tinggi.
Sesi awal dibuka oleh pengembang kurikulum Agroindustri, Ir. Imran Muchtar, yang memaparkan rancangan kurikulum berbasis OBE. Ia menekankan pentingnya kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan industri.
Masukan dari dunia usaha disampaikan oleh Yenni Tanri dari PT Sulotco Jaya Abadi. Ia menyoroti pentingnya kompetensi nonteknis bagi lulusan, seperti kemampuan bekerja dalam tim, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki etos kerja yang tinggi.
Hal senada disampaikan oleh Arie Hijriyah dari CV LARS yang menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, khususnya penguasaan Bahasa Inggris, serta peningkatan kedisiplinan kerja. Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi kunci dalam menghadapi persaingan global di dunia industri.
Sementara itu, Awaluddin dari PT Nirvana Niaga Sejahtera memberikan perhatian pada kompetensi analis laboratorium. Ia menekankan perlunya keterampilan praktis mahasiswa yang sesuai dengan standar industri agar lulusan dapat langsung berkontribusi secara profesional di dunia kerja.
Dari sektor riset, Ir. Sitti Ramlah, M.Si dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan perkembangan riset agroindustri di Indonesia. Ia menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan, penelitian, dan inovasi guna menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam pengembangan sektor agroindustri nasional.
Sementara itu, Dr. Agussalim M, S.T.P., M.Si selaku Ketua jurusan Teknologi Pertanian Polipangkep menyampaikan bahwa “Harapannya kurikulum OBE ini betu-betul dapat menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai kebutuhan dunia Industri, terutama terkait kemampuan softskill & hardskill,”harapnya.





















