Polipangkep Loloskan Dua Tim dan Paparkan Inovasi pada Kick-Off Program Bestari Saintek 2026

Ragam3 views

POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP – Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) kembali menunjukkan eksistensinya di kancah riset nasional melalui keikutsertaan dalam Kick-Off Program Bestari Saintek yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), di Auditorium Graha Diktisaintek, Jakarta, pada 28–29 April 2026.

Dalam kegiatan yang meliputi pembekalan (coaching) dan penandatanganan kontrak program riset bagi para ketua tim penerima pendanaan tersebut, Polipangkep berhasil meloloskan dua proyek inovasi unggulan berbasis potensi daerah dan teknologi tepat guna. 

Capaian ini menempatkan Polipangkep sebagai satu dari 11 politeknik di Indonesia yang lolos pendanaan, sekaligus menjadi politeknik dengan jumlah tim lolos terbanyak kedua, setelah Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Keberhasilan ini semakin istimewa mengingat persaingan Program Bestari Saintek berlangsung sangat ketat. Dari total 8.951 pendaftar pada tahap Expression of Interest (EoI), sebanyak 2.499 pengusul melanjutkan ke tahap dokumen EoI, 545 proposal masuk tahap proposal teknis, dan hanya 122 tim riset yang dinyatakan lolos serta memperoleh pendanaan.

Polipangkep tidak hanya lolos pendanaan, tetapi juga mendapat kesempatan memaparkan dua inovasi strategis melalui research showcase pada kegiatan kick-off yang berlangsung.

Proyek pertama dipimpin oleh Prof. Dr. Mauli Kasmi, S.Pi., M.Si. melalui model kolaboratif hilirisasi riset marikultur karang hias untuk membangun rantai pasok ekspor berkelanjutan dan inklusif di Sulawesi Selatan, bekerja sama dengan mitra industri dan nelayan lokal.

Sementara proyek kedua dipimpin Dr. Zulfitriany Dwiyanti Mustaka, M.P. melalui inovasi pengelolaan limbah kelapa di Kepulauan Selayar berbasis teknologi tepat guna, guna meningkatkan efisiensi produksi masyarakat desa.

Selaku Direktur Polipangkep sekaligus Ketua Tim, Prof. Dr. Mauli Kasmi menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam program ini menjadi langkah dalam memperkuat hilirisasi riset kampus vokasi.

“Kami berkomitmen memastikan setiap inovasi yang dikembangkan dosen benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Program Bestari Saintek sendiri merupakan bagian dari upaya Kemendiktisaintek untuk memperkuat hilirisasi riset dan kolaborasi lintas sektor.

Melalui program ini, Polipangkep berharap sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah daerah dapat berjalan lebih efektif. Serta dapat menjadi pemantik bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi, membuktikan bahwa dari kampus vokasi, lahir solusi-solusi hebat untuk kemajuan bangsa.

News Feed