SPI Polipangkep Kawal Akuntabilitas dan Keberlanjutan Program Revitalisasi PTN Vokasi 2025

Berita, Ragam56 views

POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP — Satuan Pengawasan Internal (SPI) Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) melaksanakan Audit Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri Vokasi (PRPTNV) Tahun 2025 di Ruangan SPI Polipangkep, pada 23–24 Juni 2026.

Audit dilaksanakan di Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Teknologi dan Produk Unggulan selaku unit penanggung jawab operasional implementasi program.

Kegiatan diawali dengan Entry Meeting yang dihadiri oleh Tim SPI, Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Umum, Kepala Sub Bagian Umum, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ketua Tim Kerja Perencanaan, Tim keuangan, serta seluruh penanggung jawab kegiatan revitalisasi.

Audit ini merupakan bagian dari fungsi assurance SPI untuk memastikan pengelolaan program berjalan sesuai ketentuan, prinsip tata kelola yang baik, serta tujuan yang telah ditetapkan oleh kementerian maupun institusi.

Kepala UPA Pengembangan Teknologi dan Produk Unggulan yang juga menjabat sebagai Ketua Task Force Program Revitalisasi, Dr. Muh. Alias L. Rajamuddin, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa Program Revitalisasi PTN Vokasi Tahun 2025 memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan program revitalisasi pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, program tidak lagi hanya berorientasi pada pengadaan sarana dan prasarana, tetapi juga menekankan aspek keberlanjutan serta pencapaian Return on Investment (ROI) atau nilai kemanfaatan lainnya.

“Program revitalisasi tahun 2025 memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan program sebelumnya. Pada program ini terdapat kewajiban pencapaian Return on Investment (ROI) dalam jangka waktu tiga tahun serta adanya tuntutan kegiatan produksi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terealisasinya pengadaan peralatan, tetapi juga dari kemampuan unit menghasilkan nilai tambah dan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program Revitalisasi PTN Vokasi Tahun 2025 yang diterima Polipangkep memperoleh pendanaan sebesar Rp1.499.500.000 dengan dukungan dana pendamping institusi sebesar Rp150.000.000. Program tersebut difokuskan pada tiga kegiatan utama, yaitu hilirisasi budidaya udang vaname sistem intensif pada tambak geomembran HDPE, peningkatan produksi ayam broiler probiotik herbal (Probal) melalui closed house system, serta hilirisasi produk perikanan dan pertanian melalui inovasi kemasan.

Sementara itu, Ketua SPI Polipangkep, Andi Asdar Jaya, menegaskan bahwa audit yang dilaksanakan bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memberikan keyakinan yang memadai kepada pimpinan bahwa program telah dikelola secara akuntabel dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

“Kegiatan audit yang dilakukan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas SPI dalam fungsi assurance, yaitu memberikan keyakinan yang memadai bahwa pengelolaan program telah berjalan sesuai ketentuan, prinsip tata kelola yang baik, serta tujuan yang telah ditetapkan oleh institusi dan kementerian,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa SPI hadir sebagai mitra strategis manajemen dalam mewujudkan tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel.

“SPI mengedepankan komunikasi yang terbuka, objektif, dan konstruktif. Apabila dalam proses audit ditemukan hal-hal yang memerlukan perbaikan, maka rekomendasi yang diberikan bertujuan untuk memperkuat sistem pengendalian internal, manajemen risiko, serta tata kelola organisasi sehingga program dapat memberikan manfaat yang optimal bagi institusi,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan audit, SPI melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek penting, mulai dari kepatuhan pelaksanaan program sesuai pedoman yang berlaku, pengelolaan keuangan dan pertanggungjawaban anggaran, pengadaan barang dan jasa serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), pencapaian output dan outcome program, hingga keberlanjutan hasil program dan kontribusinya terhadap peningkatan kinerja unit pelaksana.

Berdasarkan hasil audit yang disampaikan pada kegiatan Exit Meeting tanggal 24 Juni 2026, SPI menyimpulkan bahwa secara umum pelaksanaan Program Revitalisasi PTN Vokasi Tahun 2025 di Polipangkep telah berjalan sesuai ketentuan dan menunjukkan tingkat kepatuhan yang baik dalam pengelolaan program. Pengelolaan dana PRPTNV sebesar Rp1.499.500.000 serta realisasi dana pendamping institusi telah digunakan sesuai peruntukannya dan didukung dokumen pertanggungjawaban yang memadai.

Melalui audit tersebut, SPI merekomendasikan agar pengelola program segera menyusun rencana kerja dan strategi bisnis yang terukur guna mendukung pencapaian indikator kinerja, keberlanjutan program, serta target Return on Investment (ROI) yang menjadi salah satu indikator keberhasilan Program Revitalisasi PTN Vokasi Tahun 2025.

Kegiatan audit ditutup dengan Exit Meeting yang menghasilkan komitmen bersama antara SPI dan pengelola program untuk terus memperkuat tata kelola program, meningkatkan efektivitas pemanfaatan sarana dan prasarana yang telah diadakan, mengoptimalkan implementasi Teaching Factory (TEFA), serta memastikan investasi yang diberikan melalui Program Revitalisasi PTN Vokasi Tahun 2025 mampu memberikan manfaat akademik, ekonomi, dan kelembagaan secara berkelanjutan bagi Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan.

Melalui penguatan tata kelola dan pengawasan yang berkelanjutan, Polipangkep berkomitmen memastikan setiap program strategis yang dijalankan tidak hanya memenuhi target pelaksanaan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi, produktivitas unit usaha kampus, dan penguatan kontribusi institusi kepada masyarakat.

News Feed