Jurusan Tekmar Polipangkep dan Polinilai Malaysia Laksanakan Pengabdian Internasional di Desa Mandalle

Berita11 views

POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP — Jurusan Teknologi Kemaritiman (Tekmar) Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) bersama Politeknik Nilai Negeri Sembilan (PNS) Malaysia melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Modernization & Sustainable Fisheries Conservation in Creating a Natural Laboratory in the Mandalle Coastal Area di Kantor Desa Mandalle, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Senin, 15 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Polipangkep dan Politeknik Nilai Malaysia dalam mendukung pengembangan kawasan pesisir berbasis pendidikan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat. Desa Mandalle dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan desa binaan Jurusan Teknologi Kemaritiman Polipangkep yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai laboratorium alam (natural laboratory) bagi kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari kedua institusi, perangkat Desa Mandalle, kelompok nelayan, serta masyarakat setempat. Dari Politeknik Nilai Malaysia hadir sejumlah dosen, di antaranya Puan Maheran Binti Sulaiman, Tuan Shuharzi Bin Md Salleh, Tuan Mohammad Hairy Bin Kharuddin, Puan Azua Hanim Binti Mohd Said, dan Tuan Mahathir Bin Johar.

Materi utama disampaikan oleh Muhammad Aras, S.Pi., M.Si., yang mengangkat pentingnya modernisasi sektor perikanan melalui penerapan teknologi tepat guna serta penguatan upaya konservasi sumber daya perikanan. Menurutnya, pengembangan sektor perikanan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem pesisir.

“Wilayah pesisir Mandalle memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai laboratorium alam yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan ini, masyarakat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus pelaku utama konservasi sumber daya perikanan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, dosen Politeknik Nilai Malaysia, Puan Maheran Binti Sulaiman, memperkenalkan pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dalam sektor maritim. Teknologi tersebut memungkinkan nelayan memperoleh informasi kondisi perairan secara cepat dan akurat, seperti suhu dan gelombang laut, sehingga dapat mendukung keselamatan serta produktivitas kegiatan perikanan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu pengelolaan sumber daya perikanan, dampak perubahan lingkungan, serta peluang pemanfaatan teknologi dalam mendukung usaha perikanan yang berkelanjutan. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai praktik pengelolaan perikanan berkelanjutan yang diterapkan di Malaysia.

Ketua Jurusan Tekmar Polipangkep, Eka Aprilya Handayani, S.Pd, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara kedua institusi.

Pemerintah Desa Mandalle menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, Desa Mandalle diharapkan dapat berkembang sebagai kawasan percontohan pengelolaan pesisir yang modern, produktif, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

News Feed