Jurusan Budidaya Perikanan Polipangkep Terapkan Teknologi Budidaya Udang di Desa Coppo Tompong

Berita43 views

POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP – Jurusan Budidaya Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Coppo Tompong, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Senin, 15 Juni 2026. 

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Polipangkep dan Politeknik Nilai Negeri Sembilan (PoliNilai) Malaysia dalam mendukung pengembangan usaha budidaya udang yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat setempat.

Pengabdian masyarakat mengangkat dua tema, yaitu Penerapan Teknologi Pengelolaan Alkalinitas Air Tambak untuk Mendukung Stabilisasi Kualitas Air dalam Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) serta Penerapan Budidaya Polikultur Udang Windu (Penaeus monodon), Bandeng (Chanos chanos), dan Rumput Laut Gracilaria (Gracilaria verrucosa).

Kegiatan dibuka oleh Koordinator Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan, Dr. Andi Puspa Sari Idris. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok petambak di Desa Coppo Tompong.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen perguruan tinggi untuk memberikan dampak kepada masyarakat melalui penerapan ilmu dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Pengabdian masyarakat ini melibatkan dosen dari dua program studi di bawah Jurusan Budidaya Perikanan, yakni Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan dan Program Studi Teknologi Pembenihan Ikan. Sementara dari PoliNilai Malaysia turut hadir dosen Departemen Bioteknologi, Izait Bin Samsuri dan Ahmad Yazid Bin Rahman.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memberikan pendampingan mengenai pengelolaan kualitas air tambak, khususnya melalui penerapan teknologi pengelolaan alkalinitas air untuk menjaga stabilitas kualitas lingkungan budidaya. 

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan sistem budidaya polikultur sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi permasalahan kualitas air yang dapat berdampak pada penurunan produksi udang.

Melalui kegiatan ini, Polipangkep berharap transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat dapat mendukung peningkatan produktivitas usaha budidaya, sekaligus mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan. 

News Feed