Jurusan Tekmar Polipangkep dan Pemerintah Desa Mandalle Teken PKS Desa Binaan

Ragam13 views

POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP — Jurusan Teknologi Kemaritiman (Tekmar) Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Mandalle, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Desa Binaan, di Ruang Direktrur Polipangkep, pada Selasa, 3 Maret 2026.

Kerja sama ini melibatkan Program Studi (Prodi) Penangkapan Ikan, Prodi Teknik Kelautan, dan Prodi Pengelolaan Pelabuhan Perikanan. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Polipangkep, Prof. Dr. Mauli Kasmi, S.Pi., M.Si., didampingi Ketua Jurusan Tekmar, Eka Aprilya Handayani, S.Pd.,M.Pd., bersama Kepala Desa Mandalle, Lukman Rahim.

Perjanjian ini menjadi langkah dalam mengintegrasikan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat desa.

Melalui skema Desa Binaan, Polipangkep akan menghadirkan program-program berbasis kebutuhan riil masyarakat, khususnya di bidang perikanan dan kelautan.

Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pelaksanaan penelitian terapan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penyediaan program sesuai bidang keilmuan Jurusan Tekmar, serta pembentukan kelompok binaan tematik.

Beberapa fokus utama pengembangan antara lain pengelolaan perikanan tangkap berkelanjutan, mitigasi dan rekayasa infrastruktur pesisir, serta penguatan wawasan dan keterampilan teknis nelayan guna meningkatkan produktivitas dan pemasaran hasil perikanan.

Pendekatan ini dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat desa Mandalle sekaligus meningkatkan daya saing sektor perikanan lokal.

Direktur Polipangkep dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa program Desa Binaan ini merupakan model long-term collaboration yang berbasis kebutuhan dan potensi desa.

“Politeknik hadir untuk memberi solusi. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan ilmu yang dikembangkan di kampus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ketua Jurusan Tekmar turut menanggapi penandatanganan PKS ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat yang selama ini telah rutin dilaksanakan.

“Selama ini kegiatan pengabdian sudah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan adanya PKS ini, kolaborasi menjadi lebih terstruktur, terencana, dan berkelanjutan” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kedekatan kampus Polipangkep dengan Desa Mandalle menjadi faktor pendukung utama dalam pelaksanaan program.

“Secara geografis dan sosial kami sangat dekat dengan masyarakat. Ini memudahkan koordinasi, pendampingan, hingga evaluasi program, sehingga kemitraan ini diharapkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” tambahnya.

Dengan adanya PKS ini, diharapkan terbangun ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan antara Polipangkep dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir.

Melalui langkah ini, Polipangkep terus bergerak sebagai perguruan tinggi vokasi yang adaptif, solutif, dan berdampak, mendorong transformasi pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri serta pembangunan masyarakat


News Feed