POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP — Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) kembali menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang hadir untuk masyarakat melalui Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan Bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pengolahan Ikan dari Kabupaten Waropen, Provinsi Papua. Kegiatan ini dilaksanakan di Workshop Program Studi (Prodi) Pengolahan dan Penyimpanan Hasil Perikanan (P2HP) Jurusan Teknologi Pertanian (Tekper) Polipangkep, pada Rabu hingga Jumat, 21–23 Januari 2026.
Sebanyak 10 pelaku UMKM pengolahan ikan menjadi peserta dalam pelatihan ini. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam mengolah hasil perikanan agar memiliki nilai tambah serta peluang usaha yang lebih luas.
Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Waropen, Papua, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polipangkep, serta Ketua Jurusan Tekper. Kehadiran para pimpinan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kapasitas pelaku usaha perikanan daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Ardiansyah, S.Pi., M.Biotech, PhD., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung pengembangan masyarakat melalui penerapan ilmu dan teknologi terapan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga wawasan bisnis dan pemahaman legalitas produk agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Tekper, Dr. Agus Salim, M.Si., menekankan pentingnya proses pembelajaran yang bersifat dua arah selama pelatihan berlangsung. Menurutnya, pengalaman peserta di lapangan menjadi sumber informasi yang sangat berharga dalam proses diskusi.
“Kami berharap para dosen dan pemateri tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi juga membuka ruang diskusi dengan peserta. Pelaku usaha tentu lebih memahami kebutuhan dan kondisi yang dihadapi langsung di lapangan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya ikan di Kabupaten Waropen yang sangat melimpah, namun selama ini sebagian besar masih dimanfaatkan secara terbatas.
“Hasil perikanan di Kabupaten Waropen umumnya masih dikonsumsi dalam bentuk ikan utuh. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan pengolahan agar hasil perikanan memiliki nilai tambah dan dapat dikembangkan menjadi produk unggulan,” tambahnya.
Selama pelaksanaan pelatihan, peserta dibimbing langsung oleh para pakar dan dosen Polipangkep yang berkompeten di bidangnya, yakni Prof. Dr. Arham Rusli, S.Pi., M.Si, Ir. Tasir, M.Si, Ir. Mursida, M.Si, Dr. Luthfiah, S.TP., M.Si., Dr. Fifi Arfini, S.TP., M.Si., Muh. Ali Arsyad, S.Pi., M.Si., Ph.D, serta Andryanto A., M.Kom. Kegiatan ini juga didukung oleh tim teknis berpengalaman yang memastikan proses pembelajaran berjalan optimal, yakni Ir. Nurlaeli Fattah, M.Si, Syamsuar, S.Pi, M.Si, Rahmawati Saleh, S.Si, Dr. Andi Santi, S.STP.Pi, M.Si., dan staf ahli lainnya.
Materi pelatihan disampaikan secara komprehensif melalui teori dan praktik langsung. Peserta dilatih membuat berbagai produk olahan, seperti ikan asar, bakso ikan, otak-otak, dimsum, gyoza, abon kepiting, hingga saus tiram. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang pemilihan bahan baku yang tepat, teknik pengemasan, strategi pemasaran produk, serta pemahaman mengenai perizinan halal.
Melalui kegiatan ini, Polipangkep berharap pelaku UMKM pengolahan ikan di Kabupaten Waropen, Provinsi Papua dapat mengembangkan produk olahan yang berkualitas, berdaya saing, dan bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Polipangkep sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal.






















