Polipangkep Tampil di Pameran KSTI 2025, Hadirkan Inovasi Zat Pewarna Alami dari Limbah Pertanian

Berita200 views

POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP — Sebuah capaian membanggakan kembali ditorehkan oleh Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene dan Kepulauan (Polipangkep), kali ini Polipangkep tampil dalam ajang bergengsi nasional Konvensi Sains, Teknologi dan Industri (KSTI) 2025, yang saat ini berlangsung di Sasana Budaya Ganesa, Institut Teknologi Bandung (ITB) dari tanggal 7 Agustus hingga 9 Agustus mendatang.

Polipangkep menjadi salah satu dari tujuh Politeknik terpilih secara nasional yang berhasil lolos kurasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengikuti ajang ini. Dalam pameran yang menjadi etalase inovasi tersebut, Polipangkep menampilkan hasil riset unggulannya berupa pewarna alami dari limbah pertanian dengan judul “Fermentasi dan Ekstraksi Limbah Pertanian Menjadi Zat Pewarna Alam (ZPA) pada Kain Sutera dan Batik Lontara Bugis: Solusi Penanganan Limbah dan Penguatan Nilai Tambah Produk Unggulan Sulawesi Selatan”.

Karya riset yang dipimpin oleh Dr. Zulfitriany Dwiyanti Mustaka, S.P., M.P ini lahir dari semangat untuk mengubah limbah pertanian menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Pewarna alami yang dihasilkan diharapkan mampu memberi kontribusi pada pelestarian batik dan tenun tradisional Sulawesi Selatan, serta membuka peluang industri hijau berbasis kearifan lokal.

Dalam foto yang diambil langsung dari lokasi pameran, Direktur dan Ketua Tim Riset Polipangkep bersama hasil karya yang dipajang, menunjukkan kesiapan dan keseriusan tim dalam memperkenalkan inovasi unggulan daerah ke tingkat nasional.

Partisipasi Polipangkep dalam ajang ini merupakan bagian dari Program Katalisator Kemitraan Berdikari yang didanai oleh Lembaga Pengelolan Dana Pendidikan (LPDP). KSTI 2025 sendiri menjadi momen penting untuk mempertemukan hasil riset dengan dunia industri dan pemangku kebijakan.

Selain Polipangkep, enam politeknik lain yang juga akan berpartisipasi adalah: Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, dan Politeknik Negeri Bandung. Partisipasi institusi vokasi dalam KSTI diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi lintas sektor dan memperkuat peran riset terapan dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.


Bagi sivitas akademika Polipangkep, pencapaian ini merupakan bukti nyata bahwa karya riset dari daerah pun mampu bersaing dan tampil di panggung nasional. Dengan hadirnya Polipangkep di panggung nasional ini, diharapkan semakin membuka ruang kolaborasi dan mendorong tumbuhnya industri berbasis kearifan lokal.

News Feed