POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP — Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) terus memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem halal nasional dan internasional. Komitmen tersebut ditandai dengan partisipasi Polipangkep dalam Seremoni Penandatanganan Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Lembaga Pelatihan Jaminan Produk Halal (JPH) yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Trans Hotel Jakarta, Jumat, 18 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian The 5th Summit of Halal 20 (H20) Jakarta 2026) yang mengusung semangat memperkuat konektivitas dan kemitraan dalam perdagangan serta ekonomi halal global.
Delegasi Polipangkep dipimpin langsung oleh Direktur Polipangkep, Prof. Dr. H. Mauli Kasmi, didampingi Ketua Halal Center Dr. Faisal Jafar dan Sekretaris Halal Center Dr. Ahmad Daud.
LPK Halal Center Polipangkep menjadi salah satu lembaga perguruan tinggi vokasi yang dipercaya untuk memperpanjang sinergi dalam penyelenggaraan pelatihan JPH.
Direktur Polipangkep, Prof. Mauli Kasmi menegaskan bahwa perpanjangan PKS tersebut bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperkuat kontribusi pendidikan vokasi dalam membangun ekosistem halal.
“Bagi Polipangkep, halal bukan hanya persoalan sertifikat. Halal harus dibangun menjadi ekosistem yang menghubungkan pendidikan vokasi, kompetensi sumber daya manusia, riset dan inovasi, hingga akses pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan ekosistem halal menjadi semakin penting menjelang penerapan kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026. Sebagai perguruan tinggi vokasi berbasis pertanian, perikanan, peternakan, dan agroindustri, Polipangkep memiliki peran dalam mengawal rantai nilai produk halal sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.
“Penandatanganan ini adalah awal. Yang terpenting adalah implementasinya agar menghasilkan SDM kompeten dan membantu UMKM lokal naik kelas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Halal Center Polipangkep Dr. Faisal Jafar menyampaikan bahwa Halal Center akan diarahkan menjadi living laboratory bagi mahasiswa sekaligus pusat pendampingan terpadu bagi pelaku UMKM, khususnya di wilayah kepulauan dan sentra produksi pangan Sulawesi Selatan.
“Halal Center akan kami dorong menjadi living laboratory bagi mahasiswa sekaligus pusat pendampingan terpadu bagi pelaku UMKM,” jelasnya.
Dalam agenda tersebut, jajaran pimpinan Polipangkep juga berkesempatan bertemu dan berfoto bersama Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan atau Babe Haikal.
Keikutsertaan Polipangkep dalam H20 Jakarta 2026 menjadi bagian dari upaya kampus memperluas jejaring dan kontribusi dalam pengembangan ekosistem halal. Melalui pendidikan vokasi, penguatan kompetensi, riset, serta pendampingan masyarakat dan UMKM, Polipangkep berkomitmen mendukung penguatan industri halal dari Sulawesi Selatan untuk Indonesia dan dunia.

























