POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP — Kabar membanggakan datang dari mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Internasional (ABI) Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep). Lima mahasiswa ABI mengikuti 2nd International Business Plan Competition (IBPC) di Universiti Utara Malaysia (UUM), Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dari kompetisi tersebut, tim Polipangkep berhasil membawa pulang dua penghargaan, yakni Bronze Medal dan Best Paper Award. Muhammad Al Faried dan Nur Fajrianty Musfira S. menjadi dua anggota tim yang berangkat langsung ke UUM untuk mengikuti kompetisi.
IBPC merupakan kompetisi business plan yang mempertemukan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dari berbagai negara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Entrepreneurship Factory for Youth Community bersama Majelis Perwakilan Pelajar University Utara Malaysia.
Bagi tim Polipangkep, perjalanan menuju kompetisi tidak berlangsung singkat. Mereka lebih dulu menyusun business plan, mengembangkan gagasan tersebut menjadi paper, kemudian mempersiapkan presentasi di hadapan juri. Latihan tanya jawab dalam bahasa Inggris juga menjadi bagian dari persiapan mereka.
Muhammad Al Faried mengatakan, persiapan tersebut cukup menguras waktu dan tenaga, terutama karena tim harus benar-benar memahami gagasan bisnis yang mereka bawa.
“Persiapan yang kami lakukan cukup panjang, mulai dari menyusun business plan, menulis paper, sampai berlatih presentasi berulang kali agar terbiasa menjawab pertanyaan juri dalam bahasa Inggris. Alhamdulillah kerja keras itu terbayar dengan Bronze Medal dan Best Paper Award di UUM,” ujarnya.
Dosen Pembimbing, Wiwiek Hidayati, S.E., M.Si., menyambut baik hasil yang diraih mahasiswa bimbingannya. Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa ABI Polipangkep memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi di luar negeri dan membawa nama kampus ke forum internasional.
“Saya sangat bangga dengan pencapaian Al Faried dan Fajrianty. Ini membuktikan bahwa mahasiswa Polipangkep mampu bersaing di tingkat internasional. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa ABI lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” ungkapnya.
Bagi Al Faried dan Fajrianty, pengalaman di UUM menjadi kesempatan untuk mempresentasikan ide di hadapan juri internasional, bertemu peserta dari berbagai perguruan tinggi, serta menguji kemampuan diri mereka di lingkungan kompetisi yang berbeda dari yang biasa mereka hadapi.
Dua penghargaan yang diraih di Malaysia pun menjadi hasil dari proses tersebut sekaligus menambah catatan prestasi mahasiswa Polipangkep di tingkat internasional.

























