POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP — Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Komitmen tersebut turut diperkuat melalui keikutsertaan Direktur Polipangkep, Prof. Dr. H. Mauli Kasmi, S.Pi., M.Si., CRA., CRP., dalam program China–Indonesia AI General Education Joint Development Project: Teacher Training and Certification yang berlangsung di Liuzhou, Tiongkok.
Setelah mengikuti rangkaian pelatihan intensif selama 80 jam, Prof. Mauli Kasmi berhasil menyelesaikan seluruh tahapan program dan memperoleh tiga sertifikat. Dua di antaranya merupakan sertifikasi kompetensi sebagai AI General Education Instructor dan AI General Education Trainer.
Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Departemen Pendidikan Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI), dan Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi vokasi di Guangxi, termasuk Liuzhou Polytechnic University.
Selama mengikuti program, peserta mendapatkan pembekalan yang mencakup lima bidang utama, yaitu AI General Education Cognition & Curriculum Design, Large Language Models (LLM) & AIGC Applications, AI Core Technology Training, AI Teaching Organization Methods, serta AI Ethics & Security.

Bagi Prof. Mauli Kasmi, sertifikasi yang diperoleh merupakan bagian dari proses untuk membawa pengetahuan dan pengalaman baru tersebut ke lingkungan kampus.
“Sertifikat adalah bukti atas proses belajar dan kompetensi yang telah dicapai. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetensi ini bisa kita terapkan di kampus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa, serta mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi industri dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak berarti menggantikan peran dosen. Menurutnya, teknologi tersebut justru perlu dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memperkuat proses pembelajaran dan memberi ruang bagi dosen maupun mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Sebagai perguruan tinggi vokasi yang memiliki kekuatan pada bidang pertanian, perikanan, dan kelautan, Polipangkep melihat pemanfaatan AI memiliki peluang besar untuk dikembangkan sesuai kebutuhan sektor tersebut.
Ke depan, kompetensi yang diperoleh dari program ini akan diarahkan untuk mendukung pengembangan pembelajaran berbasis AI, riset terapan, Teaching Factory (TEFA), serta penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education(OBE).
Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah penerapan AI dalam konsep Smart Aquaculture dan Smart Agribusiness.
Pada bidang akuakultur, misalnya, teknologi seperti sensor Internet of Things (IoT), computer vision, dan sistem analisis data dapat dimanfaatkan untuk membantu memantau kondisi lingkungan budidaya, kesehatan biota, hingga mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat.
Sementara pada sektor agribisnis, pemanfaatan AI dapat diarahkan untuk membantu analisis data produksi, pemantauan kondisi tanaman, hingga pengembangan sistem pendukung keputusan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami AI dari sisi teori, tetapi juga mampu melihat bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata diapangan.























