POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP – Dalam upaya memperkuat implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) melaksanakan kegiatan benchmarking ke dua perguruan tinggi vokasi terkemuka di Indonesia, yaitu Politeknik Negeri Bali (PNB) pada 29 Juli 2026 dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) pada 31 Juli 2026.
Kegiatan benchmarking ini dipimpin langsung oleh Direktur Polipangkep, Prof. Dr. Mauli Kasmi, S.Pi., M.Si. Pada kunjungan ke Politeknik Negeri Bali, Direktur didampingi oleh Kepala Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran, Dr. Andi Ridwan Makkulawu, S.T., M.Si. Sementara itu, pada kunjungan ke Politeknik Negeri Jakarta, rombongan turut diperkuat oleh Koordinator Tim Kerja Penjaminan Mutu, Ikbal Syukroni, S.Pi., M.Si.
Benchmarking ini bertujuan untuk memperoleh informasi, berbagi praktik baik (best practices), serta memperkuat kapasitas institusi dalam implementasi Kurikulum OBE dan pengelolaan Sistem Penjaminan Mutu Internal sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi vokasi secara berkelanjutan.
Selama kegiatan, tim Polipangkep mendiskusikan berbagai aspek strategis, meliputi implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) mulai dari perancangan kurikulum, penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga mekanisme evaluasi ketercapaian learning outcomes. Selain itu, pembahasan juga mencakup implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), strategi monitoring dan evaluasi pembelajaran berbasis OBE, asesmen capaian pembelajaran lulusan, pengelolaan dokumen mutu, pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), serta tindak lanjut hasil evaluasi dalam rangka peningkatan mutu berkelanjutan.
Pada kunjungan ke Politeknik Negeri Bali, rombongan Polipangkep diterima oleh Prof. Dr. Ir. Putu Wijaya Sunu, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., selaku Ketua Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (P4MP) Politeknik Negeri Bali beserta tim. Diskusi berlangsung secara intensif mengenai implementasi Kurikulum OBE yang telah diterapkan di lingkungan PNB serta praktik-praktik unggulan dalam penyelenggaraan SPMI. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penerapan sistem digital dalam mendukung pengelolaan dokumen mutu, monitoring pembelajaran, evaluasi capaian pembelajaran, hingga pelaksanaan siklus PPEPP yang terintegrasi. Digitalisasi tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan mutu sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data.
Selanjutnya, pada 31 Juli 2026, benchmarking dilaksanakan di Politeknik Negeri Jakarta. Rombongan Polipangkep disambut langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Dr. Syamsurizal, S.E., M.M., bersama Kepala Pusat Penjaminan Mutu, Dr. Dyah Nurwidyaningrum, S.T., M.M., M.Ars., beserta jajaran tim penjaminan mutu. Pertemuan ini memberikan wawasan yang komprehensif mengenai mekanisme pelaporan SPMI kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pelaksanaan Evaluasi Mutu Internal (EMI), serta pengembangan perangkat Kurikulum OBE yang meliputi penyusunan dokumen kurikulum, CPL, CPMK, RPS, hingga instrumen evaluasi pembelajaran.
Direktur Polipangkep, Prof. Dr. Mauli Kasmi, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa benchmarking ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk terus belajar dari praktik-praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan oleh perguruan tinggi vokasi lain. Menurutnya, transformasi pendidikan tinggi vokasi membutuhkan penguatan sistem penjaminan mutu yang adaptif, terintegrasi, dan didukung oleh implementasi Kurikulum OBE yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
“Kegiatan benchmarking ini memberikan banyak pembelajaran berharga bagi Polipangkep, khususnya dalam memperkuat implementasi Kurikulum OBE dan SPMI. Berbagai praktik baik yang diperoleh akan menjadi referensi dalam penyempurnaan kebijakan, sistem, dan tata kelola mutu di Polipangkep sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof. Mauli Kasmi.
Melalui kegiatan ini, Polipangkep semakin mempertegas komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi melalui pengembangan kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education), penguatan budaya mutu, optimalisasi pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal, serta pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pendidikan. Hasil benchmarking akan menjadi bahan pengembangan berbagai kebijakan dan program peningkatan mutu di lingkungan Polipangkep guna mendukung terwujudnya pendidikan tinggi vokasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.























