POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP – Potensi jeruk pamelo sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan terus didorong agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai BOPTN Tahun 2026, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) menghadirkan inovasi teknologi pengolahan dan diversifikasi produk jeruk pamelo di Kelurahan Attangsalo, Kecamatan Ma’rang, berlangsung pada 20–21 Juli 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema “Inovasi Teknologi Produksi dan Diversifikasi Olahan Modern Jeruk Pamelo untuk Peningkatan Ekonomi Kelompok Dasawism” ini melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Dasawisma, serta masyarakat setempat sebagai mitra utama dalam pengembangan produk berbasis potensi lokal.
Turut hadir Lurah Attangsalo, Nasriani, S.Sos., M.M., bersama jajaran pemerintah kelurahan yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program. Kehadiran pemerintah setempat menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah melalui inovasi yang aplikatif.
Selama ini, jeruk pamelo umumnya dipasarkan dalam bentuk buah segar sehingga nilai tambah yang diperoleh masih terbatas. Berangkat dari kondisi tersebut, tim pengabdian Polipangkep memperkenalkan berbagai teknologi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengolah jeruk pamelo menjadi produk bernilai jual lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha baru.
Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga diajak belajar melalui praktik langsung. Mulai dari proses produksi, penggunaan teknologi tepat guna, hingga teknik menjaga kualitas produk, seluruh rangkaian pelatihan dirancang agar mudah diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama kegiatan. Diskusi berlangsung interaktif, sementara sesi praktik menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mencoba langsung proses pengolahan sekaligus bertukar pengalaman mengenai pengembangan usaha berbasis jeruk pamelo.
Dari pelatihan tersebut lahir berbagai produk inovatif berbahan dasar jeruk pamelo. Untuk produk pangan, peserta berhasil membuat selai dan sirup jeruk pamelo. Sementara pada sektor nonpangan, dikembangkan sabun cuci piring cair serta pupuk cair (ekoenzim). Beragam produk ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal sekaligus memperluas pemanfaatan jeruk pamelo di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian Polipangkep juga menyerahkan bantuan peralatan produksi kepada Kelompok Wanita Tani. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi, menjaga kualitas hasil olahan, serta menjadi modal awal bagi masyarakat untuk terus mengembangkan usahanya secara mandiri.
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, implementasi Asta Cita Pemerintah, serta penguatan hilirisasi hasil riset melalui Rencana Induk Riset Nasional (RIRN).




























