Prodi S2 Ketahanan Pangan Polipangkep Dorong Hilirisasi Nanas Madu Desa Jangan-Jangan Barru

Berita50 views

POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP– Mahasiswa dan dosen Program Studi Magister Terapan Ketahanan Pangan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Jangan-jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, 22 Juli 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Komoditas Pangan Lokal”, yang berfokus pada pelatihan pengolahan Nanas Madu khas Desa Jangan-Jangan menjadi produk bernilai tambah, yakni bolen isi selai nanas dan sirup nanas.

Pelatihan ini menyasar Kelompok Ibu-Ibu Golden JJ. Para peserta mendapatkan edukasi dan praktik langsung mengenai teknik pengolahan komoditas nanas, khususnya inovasi pasca panen yang dapat memperpanjang masa simpan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk.

Dosen sekaligus pembimbing kegiatan PkM Polipangkep, Prof. Arham Rusli, hadir sebagai pemateri utama terkait teknik pengolahan yang higienis serta strategi memperpanjang masa simpan produk turunan nanas.

Ia menekankan bahwa intervensi teknologi pengolahan pangan yang tepat akan menjaga mutu produk olahan seperti bolen dan sirup, sehingga dapat didistribusikan ke luar daerah tanpa merusak kualitas.

Yusuf Massarasa selaku Sekretaris Desa Jangan-Jangan, mengungkapkan bahwa komoditas nanas memiliki potensi ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat setempat. Saat ini, luas perkebunan nanas di Desa Jangan-Jangan telah mencapai lebih dari 100 hektare dan ditargetkan terus berkembang hingga 500 hektare.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Koordinator Program Studi Magister Terapan Ketahanan Pangan Polipangkep, Dr. Junaedi Tjanring. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa hilirisasi komoditas pangan lokal merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya itu, Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Pujananting, Maskur, S.ST. Ia menilai kehadiran akademisi Polipangkep memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sektor hortikultura di wilayah Pujananting.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat mempercepat proses alih teknologi, khususnya dalam pengolahan pangan dan pengembangan produk berbasis komoditas lokal.

Sementara itu, Ketua Kelompok Ibu-Ibu Golden JJ, Kasma, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh Polipangkep. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.

“Kegiatan ini membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu. Keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk merintis UMKM dan mengembangkan produk oleh-oleh khas Desa Jangan-Jangan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan PkM ini, Polipangkep terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong hilirisasi komoditas pangan lokal. Inovasi pengolahan Nanas Madu diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan produk unggulan desa sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Jangan-Jangan.

News Feed