UKM Wirpala Polipangkep Dorong Riset dan Pengabdian melalui FGD Restorasi Gunung Bulu Bawakaraeng

Berita163 views

POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Wirpala Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) turut ambil bagian dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Restorasi Post-Complex Humanitarian Emergency Gunung Bulu Bawakaraeng Berbasis Ekoteologi yang berlangsung di Baruga Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa.
pada 24–25 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara UKM Wirpala Polipangkep bersama Kementerian Agama Republik Indonesia, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, LPDP, Bumi Toala Indonesia, FISS, serta Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

FGD menjadi ruang diskusi lintas sektor untuk memperkuat kajian ilmiah sekaligus mendorong upaya restorasi kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng melalui pendekatan ekoteologi.

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Kendari, Prof. Dr. Abdul Kadir, M.Pd. Hadir sebagai narasumber antara lain Nevy Jamest selaku Staf Khusus Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama Kementerian Agama RI, Farid F. Saenong, Ph.D., serta Ketua LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I.

Dari Polipangkep, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), Dr. Muhammad Kadir, S.P., M.P., bersama Pembina Kemahasiswaan Abdul Muktadir Syam, S.Pi., M.Si., sebagai bentuk dukungan terhadap keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat.

FGD diikuti sekitar 70 peserta yang berasal dari berbagai organisasi pecinta alam, unsur pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, tokoh masyarakat, akademisi, serta komunitas pemerhati lingkungan.

Diskusi mengangkat berbagai perspektif mengenai sejarah awal peradaban Islam di Asia Tenggara yang dikaitkan dengan Gunung Bulu Bawakaraeng. Dalam pemaparannya, Nevy Jamest menyampaikan bahwa kajian sejarah menunjukkan jejak awal peradaban Islam telah hadir sejak abad ke-7 di kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng sehingga diperlukan upaya untuk mengembalikan pemahaman masyarakat berdasarkan kajian ilmiah. Senada dengan itu, Farid F. Saenong, Ph.D. menegaskan pentingnya membangun narasi ilmiah secara berkelanjutan sebagai landasan dalam memahami sejarah dan nilai-nilai yang berkembang di kawasan tersebut.

Melalui forum ini, para peserta juga membahas rencana tindak lanjut berupa kegiatan riset dan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan secara berkesinambungan di kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng. UKM Wirpala Polipangkep menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan budaya riset, kepedulian terhadap lingkungan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Selain fokus pada pengembangan kapasitas organisasi, UKM Wirpala Polipangkep juga memperkenalkan inisiatif pembentukan usaha UMKM berupa coffee shop sebagai salah satu strategi penguatan kemandirian organisasi melalui penggalangan dana yang kreatif dan berkelanjutan.

Partisipasi UKM Wirpala dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen mahasiswa Polipangkep dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian lingkungan, serta kolaborasi lintas institusi untuk menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

News Feed