PPMPP Polipangkep Hadirkan Direktur Dewan Eksekutif LAM PTIP

Berita82 views

POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP-  Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (PPMPP) Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) melaksanakan Workshop pengembangan pembelajaran Kurikulum Outcome Based Education (OBE) dan Implementasi Penyesuaian terhadap Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendiktisaintek) Nomor 39 Tahun 2025 menghadirkan Direktur Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM PTIP), yang diselenggarakan di Hotel Almadera Makassar, 6-7 Mei 2026.

Dalam hal ini, Prof. Samanhudi selaku Direktur Dewan Eksekutif LAM PTIP yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret menegaskan bahwa penerapan OBE kini menjadi kebutuhan utama bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mencapai akreditasi unggul.

Menurutnya, OBE merupakan sistem pendidikan yang berfokus pada capaian pembelajaran lulusan, yaknikemampuan yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan. Pendekatan ini menuntut perguruan tinggi untuk merancang kurikulum, metodepembelajaran, hingga sistem penilaian secara terstruktur dan terukur.

“OBE bukan lagi sekadar anjuran, tetapi telah menjadi kebutuhan substantif untuk mencapai akreditasi unggul. Kurikulum harus dirancang berdasarkan kemampuan nyata yang dapat dilakukan lulusan,” ujarnya saat menyampaikan materi workshop.

Menurutnya, OBE merupakan sistem pendidikan yang berfokus pada capaian pembelajaran lulusan, yaknikemampuan yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan. Pendekatan ini menuntut perguruan tinggi untuk merancang kurikulum, metodepembelajaran, hingga sistem penilaian secara terstruktur dan terukur.

Dalam kesempatan itu, Prof. Samanhudi juga memaparkan sejumlah poin strategis dalam Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Regulasi tersebut mendorong perguruan tinggi untuk menerapkan kurikulum yang lebih adaptif melalui pendekatan micro-credential, sinkronisasi sistem penilaian capaian pembelajaran, serta penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Selain itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan kurikulum, seperti dunia usaha, dunia industri, asosiasi profesi, hingga pengguna lulusan. Hal tersebut dinilai penting agar capaian pembelajaran lulusan (CPL) sesuai dengan kebutuhan kompetensi masa depan.

Workshop ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dosen dan pengelola program studi mengenai implementasi kurikulum berbasis OBE yang inovatif, adaptif, dan selaras dengan regulasi terbaru. Melalui penerapan yang optimal, perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing global, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

News Feed