Polipangkep dan Pemkab Mamasa Teken MoU, Penguatan Indikasi Geografis Kopi 

Berita12 views

POLIPANGKEP.AC.ID, PANGKEP — Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa menyepakati kerja sama dalam rangka pendampingan penyusunan dokumen Indikasi Geografis (IG) Kopi Mamasa serta pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), berlangsung di kantor Bupati Mamasa, pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilaksanakan secara desk to desk, diawali dengan penandatanganan oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, S.E., M.M., yang didampingi Wakil Bupati Mamasa, Drs. H. Sudirman. Selanjutnya, dokumen kerja sama akan ditandatangani oleh Direktur Polipangkep sebagai bentuk pengesahan dari kedua belah pihak.

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup penyusunan kajian dan dokumen Indikasi Geografis, riset dan pemetaan wilayah produksi, pengujian mutu dan cita rasa kopi, pendampingan pembentukan MPIG, serta proses pendaftaran ke Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Barat. 

Dalam kegiatan tersebut, Polipangkep diwakili oleh Dr. Reta, S.TP., M.Si., yang hadir secara langsung sebagai representasi institusi sekaligus Ketua Tim Penyusunan Dokumen IG Kopi Mamasa.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Mamasa serta menegaskan komitmen tim dalam mengoordinasikan pengumpulan data, pemetaan wilayah, penyusunan Buku Persyaratan, serta penyusunan sistem pengawasan internal hingga dokumen siap diajukan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) untuk memperoleh Sertifikat IG Kopi Mamasa.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mamasa, tokoh masyarakat adat, tokoh agama, kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)

Pendanaan kegiatan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Mamasa sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendorong penguatan komoditas unggulan berbasis kekhasan geografis.

Melalui pendampingan ini, Polipangkep akan mengawal penyusunan dokumen Indikasi Geografis agar memenuhi standar yang dipersyaratkan, sebagai fondasi perlindungan hukum dan penguatan daya saing Kopi Mamasa.

News Feed