by

Politani Pangkep Raih Juara II pada AITEC

-Berita-339 views

FAJAR.CO.ID, SULSEL- Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (PolitaniPangkep) kembali memenangkan salah satu cabang lomba pada Agricultural Innovation Technology Competition (AITEC) III yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Jember pada Kamis (7/10).
Kompetisi ini diikuti oleh 327 mahasiswa yang terdiri dari 19 Politeknik negeri dan swasta se-Indonesia. Pada penyelenggaraan AITEC yang ke-3 ini terdapat beberapa cabang lomba yaitu Inovasi Bidang Pertanian, Teknik Okulasi Tanaman, Teknik Proses Fillet Ikan, Proses Karkas Ayam, Formulasi Pakan Ternak dan Ikan, Menggambar Teknik Alat/Komponen Pertanian dengan Autocad, Desain Kemasan Produk Hasil Pertanian, dan Penyuluhan Pertanian.
Pada kompetisi tersebut, terdapat 12 mahasiswa Politani pangkep yang berhasil lolos kebabak final dan satu diantaranya berhasil meraih juara 2 pada cabang lomba Formulasi Pakan Ternak dan Ikan.

Atas Raihan tersebut, Pembantu Direktur (Pudir) 3 Bidang Kemahasiwaan dan Kerjasama Nur Rahmawaty Arma, S.Pi., M.Sc., Ph.D mengaku sangat bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh Muhammad Akbar Makkasaru mahasiswa program studi Budidaya Perikanan. “Tentusaja kami sangat bangga dengan prestasi mahasiswa dalam ajang AITEC 2021 ini. Ada 12 mahasiswa yang lolos kebabak final untuk 5 cabang kontes, ini adalah kemajuan yang sangat signifikan dibandingkan sebelumnya. Alhamdulillah kita menjadi juarakedua pada kontes Formulasi Pakan Ternak dan Ikan, yangg mana kontes ini pertama kali dipertandingkan dalam ajang AITEC dan kami langsung menjadi juara,” ujar Pudir 3 Politani pangkep.

Prestasi ini berhasil diraih dengan persiapan yang matang serta latihan jauh-jauh hari sebelum lomba. Mahasiswa yang kerap disapa Akbar itu mengungkapkan bahwa ia bersama dosen pembimbing berlatih selama 2 bulan untuk mempersiapkan diri pada lomba tersebut. “Waktu yang kami persiapkan untuk lomba AITEC bidang formulasi pakan ternak dan ikan kurang lebih 2 bulan. Kami latihan secara daring 3 kali seminggu diluar jam kuliah selama 2 jam,” ungkapnya.

Melalui kompetisi AITEC ini diharapkan mahasiswa dapat mengasah kompetensinya sesuai bidangnya masing-masing karena menurut Direktorat Jenderal Pendidikan vokasi, Beny Bandanadjaya, AITEC bias menjadi tolak ukur kompetensi mahasiswa vokasi.(adv)

News Feed