Kamis, 01 November 2018 - 09:51:31 WIB
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP MENGADAKAN UPACARA BENDERA 28 OKTOBER PERINGATAN HARI SUMPAH PEM
Diposting oleh : Sri Wahyuni, A.Md.
Kategori: SEPUTAR KAMPUS - Dibaca: 85 kali

Senin, 29/10/2018. Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (PPNP) mengadakan Upacara pengibaran sang Merah Putih di Lapangan PPNP dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda. Upacara tersebut cukup meriah yang dihadiri para pimpinan, dosen, administrasi, teknisi laboran, tenaga honorer, Dharmawati PPNP dan mahasiswa. Tepat pukul 08.00 Wita upacara hari Sumpah Pemuda dimulai dan sebagai Pembina upacara Direktur PPNP Dr. Ir. Darmawan, MP. Dalam Teks Menteri Pemuda dan Olahraga Pidato Seragam Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun 2018 ini yang dibacakan oleh Pembina Upaca Direktur PPNP mengatakan “Hari ini kita memperingati hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia yang kita cintai ini, yaitu Hari Sumpah Pemuda ke 90 tahun 2018. Kita semua berhutang budi kepada para tokoh pemuda tahun 1928 yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor pemuda untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia. Hari Sumpah Pemuda ke 90 kali ini mengambil tema “BANGUN PEMUDA SATUKAN INDONESIA” tema ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif inovatof, mandiri, demokratis bertanggung jawab, berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi memberikan jaminan kecepatan informasi para pemuda kita meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun pada sisi lain mempunyai dampak negative informasi yang bersifat destruktif mulai dari Hoax, Hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikallisme dan terorisme jug masuh dengan muda, maka para pemuda diharapkan dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara.

Setelah pembacaan teks Pidato Seragam Hari Sumpah Pemuda selanjutnya dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Satu nusa satu bangsa” dan “Bangun pemuda pemudi” ditutup dengan pembacaan Do’a. Upacara tersebut berakhir pukul 09.10 Wita. (Humas/Ma’ruf)